Baju pengantin adalah benda yang sangat krusial. Karena
bisa menentukan bagaimana penampilan Sang Pengantin saat upacara pernikahan.
Make Up memang penunjang, namun make up akan menyesuaikan bajunya, bukan???
Menurut saran Ibu Ariani Widagdo, pentolan Arva School
Fashion di Surabaya yang sudah mendunia itu, hendaknya salon pengantin wanita
memilih gaun pengantin yang sesuai dengan bentuk badannya, dan warnanya
menyesuaikan tone kulitnya. Supaya keindahan kulitnya selaras dan terpancar,
sehingga wanita itu tampak cantik saat hari bagianya. Memang, untuk pengantin di hari besarnya, warna putih masih menjadi pilihan utama. Putih melambangkan kesucian, dan kesakralan. Sesuai dengan sakralnya upacara janji pernikahan, dan kesucian sang mempelai wanita.
Jadi, sebagai calon pengantin perempuan, hendaknya
pintar-pintar menemukan warna yang cocok dengan tone kulitnya, sehingga dia
tampak indah memakai gaunnya. Bukan sekedar suka dengan warna tertentu.
![]() |
Yang bikin bagus adalah Mbaknya cuuuuantik... Dan tone warnanya memancarkan keindahan kulitnya |
Sebagai wanita Jawa, seringnya menggunakan kebaya untuk
pengantin. Kebaya Anne Avantie memang primadona, tapi sebagai warga pribumi
biasa (XD) saya tahu diri, karena harga kebayanya bisa untuk menyelenggarakan
sebuah perhelatan walimah di dua kota. EDAN!!!!
Saya sudah bosan dengan baju pengantin jenis ini, karena
bukan selera saya. Selain itu sudah terlalu sering seorang pengantin
menggunakan kebaya. BOSEEEN......
Impiannya siiih..... saya pengennya baju pengantin Irna
La Perle yang sederhana tapi tetap anggun. Warna pastel, dan serasa lembut.
Saya yang tomboy ini jadi lebih tersamarkan wes. Hahahhaha..... Selain itu
lebih islami dan... Ah... Pokoknya gue banget.
Mau baju pengantin yang manapun, saya tetap suka. Mau
pilih sambil merem sekalipun, saya pasti suka gaun Irna La Perle.
Meski range harganya seharga sewa gedung DBL di Surabaya,
namun dirasa baju ini lebih terjangkau daripada Kebaya Anne Avantie yang
alhamdulillah saya nggak ngiler seperti kebanyakan wanita Indonesia.
Tapi gila aja kalo saya masih ngeyel minta gaun Irna La
Perle. Harganya bisa untuk acara perhelatan walimah besar-besaran di tempat tinggal saya di
desa.
![]() |
Ah...Sial. Mana mbaknya cuantik banget lagi... |
Alternatif lain adalah dengan membuat replika baju Irna
La Perle, dengan penjahit yang biasa-biasa saja, dan bahan yang lebih murah.
Apapun itu, iya kalau disetujui orang tua. Karena walau
bagaimanapun, acara mantenan adalah acaranya orang tua, dimana mereka yang jadi
hostnya. Kita yang jadi pengantin cuman buat pajangan aja.
Namun, apa salahnya sih bermimpi????