Pages

Tampilkan postingan dengan label Dreaming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dreaming. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Wedding Ride : Jangan Jadi Ajang Gengsi

 

Setelah sah, sepasang pengantin biasanya mengendarai kendaraan pernikahan yang biasanya diberi hiasan bunga-bunga. Umumnya kendaraan ini berupa mobil yang seringnya mewah. Bahkan kadang juga ada mobil pengantin dengan plat nomor yang cantik juga. Olalaa.....


Ada juga pengantin yang tidak punya kendaraan, namun tetap ingin mengendarai kendaraan pengantin yang mewah seperti yang di tivi-tivi. Entah menyewa dari vendor gedung, fasilitas dari wedding organizer, maupun meminjam milik saudara yang punya mobil mewah. Bahkan ada pula penyedia khusus kendaraan pengantin. Akhirnya mereka rela merogoh kocek lebih dalam untuk sekedar gengsi.


Olala.... kalau misalnya nggak punya mobil ya jangan dipaksakan. Kalau bisa berhemat ya lebih baik berhemat. Yang sederhana saja, yang bersahaja. Misalnya naik becak, atau sepeda onthel.


Memang lebih baik pilihan dari beberapa pengantin yang menggunakan kendaraan yang unik seperti becak, sepeda, maupun kendaraan hasil jerih payahnya sendiri. Lebih membanggakan.


Nanti saat menikah, saya pribadi lebih suka mengendarai apa yang ada. Tidak perlu dihias buket bunga yang juga ngabisin duit yang tidak sedikit. Seadanya saja, nunut saudara saja. Tidak pinjam dan tidak berusaha meminjam. Sederhana dan bersahaja saja. Yang penting itu bukan pesta dan gengsinya, tapi bagaiamana kedua mempelai, mengarungi bahtera rumah tangga yang baru dibangun......................


Kalau Kate Middleton dan Pangeran William jelas ya, mereka pantes naik kereta kuda karena emang mereka keluarga kerajaan. Pernikahannya untuk rakyat, yang harus menyapa rakyat....

Senin, 19 Mei 2014

Wedding Bouquet Unik: Sayuran Brokoli


Hampir semua kawan saya menikah dengan menenteng buket bunga di tangannya. Dengan aneka jenis bunga, dan berbagai bentuk rangkaian, baik berupa bunga segar maupun bunga plastik.

Mungkin saya juga akan membawa buket bungat untuk pernikahan saya nanti. Kalau boleh memilih untuk unik dan nyleneh, saya akan memilih buket bunga berupa brokoli. Hehehhe.... Huehhehehe

Buket Bunga Pengantin Berupa Brokoli
Ya, saya memang sangat suka brokoli. Saya juga suka warna hijau. Wah tepat sekali ya. Lagipula brokoli juga berbentuk lucu seperti rangkaian bunga. Bisa dimakan pula! Hahahha.....

Buket Bunga Sayuran

Pasti bagus sekali, kan???? Seandainya tidak dimarahi ibu karena kenylenehan saya, mungkin saya akan mewujudkannya. Tapi kaaaaalauu dimarahi... mungkin saya harus urungkan niat gila ini, dengan memilih buket bunga Ala Kate Middleton atau buket simpel  Irna La Perle seperti bunga lily dan gladiol..... tapi kalau boleh terwujud dengan buket bunga brokoli, pasti seru sekali ya????

Kamis, 15 Mei 2014

Baju Pengantin Pria Muslim : Setelan Senada dengan Istrinya

Jas Pengantin Pria Elegan : No Payet, So Simple
Yaa Ampun Mupeng banget... :'(
Gaun pengantin muslimah memang segalanya dalam pernikahan, namun pakaian pengantin pria tidak boleh diabaikan. Adat juga harus diperhatikan, misalnya pengantin wanita menggunakan adat Jawa maka pengantin pria juga hendaknya menyesuaikan. Begitu pula dengan baju muslim atau gaya eropa. Akan sangat konyol bila pengantin wanita berpakaian Eropa sedangkan pengantin pria mengenakan baju adat jawa. Hendaknya keduanya selaras, karena menunjukkan bahwa mereka berpasangan.

Hanya saja, yang menjadi konyol adalah bila pengantin wanitanya mengenakan pakaian adat eropa yang seperti putri kerajaan sedangkan pengantin prianya beradat jawa. hehehehhe... Anda tidak ingin menjadi pasangan yang seperti itu, bukan??? hyahahhahaha... Semoga saja tidak. Sebaiknya bila Pengantin wanitanya mengenakan princess gown, maka pengantin prianya menggunakan jas yang warnanya senada. Misalnya putih....

Pengantin Pria dengan Setelan Jas Putih, Senada dengan Istrinya
Bila pengantin pria memilih untuk mengenakan suite atau jas, tidaklah ada masalah dengan pengantin wanitanya, entah mengenakan kebaya, atau menggunakan gaun. Beberapa kawan menyatakan cenderung lebih menyukai pria yang mengenakan jas yang warnanya sama dengan pakaian wanitanya.


Pengantin pria muslim bisa mengenakan baju muslim dalam pernikahannya. Desain baju pengantin muslim pria tidak terlalu beragam, umumnya baju standar lengan panjang yang serasi dengan celananya. Idealnya, kesekian kali Bride Theory menyatankan ; pengantin pria hendaknya menggunakan warna yang senada atau serasi dengan pengantin wanitanya. Umumnya, kedua pengantin menggunakan nuansa putih dalam akad, dan nuansa berwarna-warni dalam resepsi. Namun apabila dibalik atau tidak mengikuti umumnya, tidaklah mengapa.

Pasangan Pengantin Saat Resepsi : Pakaiannya Senada

Yang pasti, pakaian pengantin pria yang gemerlap penuh payet mengingatkan saya pada seseorang : Ustad Aad Ainurussalam.

Bride Gown by Irna La Perle
Groomwear ala Ustad Aad Ainurussalam

Saya sering sekali menonton Ustad Aad Ainurussalam di JTV. Yaa... saya juga mengakui suka mendengarkan ceramahnya yang ugal-ugalan itu. Kebetulan Ustad Aad yang merasa sangat tampan ini adalah tetangga sahabat saya, jadi saya pernah besua secara langsung. Gaya Ustad yang suka ngaco dan agak kemayu ini sering membuat para ibu terbahak-bahak saat beliau berceramah. Mungkin untuk diferensiasi, ustad ini berdandan seperti pengantin di setiap kemunculannya.

Ustad Aad Aiunurussalam

Dalam setiap penampilannya, Ustad Aad selalu menggunakan baju pengantin pria yang kadang bagian bawahannya seperti rok maxi. Baju pengantin pria ini seringnya warna-warni dan berpayet di sana-sini, gemerlapan seakan tidak ingin kalah berkilau dengan hebohnya pengantin wanita. Beliau duduk di sebuah kursi seperti pelaminan, dan kadang bernyanyi dangdut dan india diiringi backing vocal yang berkostum seperti pengantin. Tak jarang, dalam penampilannya, ustad Aad berjoget-joget dangdut meliuk-liuk. Astagaaaaaa............... akhirnya para penonton yang mayoritas ibu-ibu tak kuasa menahan airmata karena kegelian dan tertawa terpingkal-pingkal.


Nah, akhirnya, bila saya ke sebuah pernikahan, dan mendapati pengantin prianya mengenakan baju penuh payet yang berkilauan dan berwarna-warni, maka saya ingat ustad Aad seketika. Allahuakbar....


Idealnya, untuk saya, pengantin pria saya nantinya jangan mengenakan pakaian seperti ustad Aad. Allahuakbarrrrrrrrrrr..................... hehehhe... mosok pake celana kulot yang kayak rok maxi???!!! Karena saya hanya mengadakan satu acara yaitu akad di masjid mungkin jas rasanya kurang sopan karena mirip dengan umat agama lain. Maka pilihan satu-satunya adalah baju pengantin pria muslim hanya warna putih. Dan hendaknya desain jangan seperti ustad Aad.... Bisa dengan baju pengantin pria muslim non-desain ustad Aad yang dilengkapi rompi atau baju basofi Jawa Timuran yang putih polos tanpa payet.

Pernikahan Impian : Gaun yang Indah dan
Diselenggarakan di Bulan Ramadhan

Atau kalau terpaksa tidak menemukan baju yang dimaksud, hendaknya baju ustad Aadnya warna harus senada dengan saya, yaitu putih. Atau kalau ada toleransi jangan terlalu banyak payet. Kalau masih belum nemu juga..... ya tak apalah baju penuh payet tapi payetnya yang bagus dan tidak murahan dengan desain yang keren dilengkapi rompi....

Pakaian Pengantin Pria Elegan : Nyari dimana yang kayak gini dan warna putih???
*Jangan jawab BIKIN SENDIRI ya -_-"* 

Kalau baju pengantin pria saya nantinya seperti ustad Aad.... rasanya langsung terbayang jogetannya berserta ibu-ibu yang menutup mulutnya sambil menahan tawa  ... :’(  


Ibu-ibu Penonton Ceramah Ustad Aad Ainurussalam

Rabu, 14 Mei 2014

Wedding Bouquet : Mungil Simpel

Buket Bunga Kate Middleton
Salah satu obsesi pengantin saya nanti adalah membawa buket bunga pengantin berupa brokoli. Hehhehehe.... Namun kalau dimarahi ibu atas kenylenehan saya, mungkin saya perlu mempertimbangkan jenis bunga yang akan saya bawa kemana-mana itu.

Kalau boleh memilih, saya akan memilih buketbunga yang kecil saja, yang memanjang dan tidak membundar seperti bentuk brokoli. (*aduh brokoli lagi!!!!). Oke kembali ke leptop. Saya akan memilih desain rangkaian bunga ala Kate Middleton, yang tidak melulu bunga mawar seperti pada umumnya, dan memanjang seperti bunga gantung yang menjalar. Ah... bagus sekali...

Buket Bunga Pengantin Tradisi Barat : Bunga Lily
Sebenarnya, budaya Indonesia sudah mengenal bunga sebagai penghias pengantin dengan kalung melati dan hiasan lainnya. Namun, perkembangannya banyak pengantin Indonesia mengikuti budaya barat yang membawa buket bunga di tangannya, meskipun tidak ada manfaatnya dan hanya mempercantik tampilan. Hal ini bukan hal yang buruk sehingga bolehlah dilakukan.

Tapi berhubung tradisi keluarga saya yang tidak mau repot urusan pernikahan, mungkin mimpi punya buket bunga Ala Kate Middleton harus dicoret. Sepertinya supaya ringkas dan super simpel, bunga yang nanti dipegang pake gladiol atau bunga lily tiga tangkai aja. Bukan berupa buket. Sederhana tapi tetap cantik. Seperti pengantin anggun ala Irna La Perle ini....

Senin, 12 Mei 2014

Undangan Pernikahan Impian (Saya)

Sebagai seorang wanita yang punya mimpi pernikahan idaman, saya juga punya banyak cita-cita bagaimana pesta pernikahan saya nanti. Salah satunya mengenai undangan pernikahan.
Kini, banyak undangan pernikahan yang unik, yang berbentuk aneh-aneh dan lucu-lucu, entah dibuat dengan kertas yang unik, desain yang tidak biasa, atau aneka bentuk seperti undangan pernikahan pada umumnya. Sayangnya, meski seindah apapun undangan pernikahan, biasanya berakhir di tempat sampah para hadirin di rumah masing-masing. Sayang sekali bukan????

Undangan Pernikahan Bernuansa Facebook
Meski Facebook Punya Aplikasi Sendiri untuk Undangan, tapi Unik juga kan :)

Kalau boleh memilih, demi mengurangi pemanasan global, saya lebih suka undangan lewat media sosial. Entah path, facebook, messenger, atau lain sebagainya. Sebagai anak yang tumbuh di dunia modern, pasti lebih paham pentingnya menghemat dana maupun kelestarian lingkungan, serta memanfaatkan teknologi sebisa mungkin. Iya, kan??? Hehehhehe

Sayangnya masih banyak orang zaman sekarang yang hari gini masih minta undangan fisik seperti orang-orang era jaman baheula’. Mungkin orang-orang jenis ini haus penghormatan, sehingga mereka butuh undangan fisik. Toh belum tentu bisa datang ya. Hahahaha... nggak imbang banget.

Undangan Pernikahan Unik berupa Gelas
Namun, kalau memang harus dipaksaaaaa untuk membuat undangan fisik, saya ingin membuat undangan fisik yang berupa benda-benda bermanfaat, atau sesuatu yang unik dengan budget minim. Hehehhe

Kawan saya, menggunakan gelas sebagai undangan pernikahannya. Wah-wah... dijamin deh, undangan pernikahannya tidak akan berakhir di tempat sampah karena bisa dimanfaatkan setelah pergelaran pesta selesai. Dengan harga yang sama dengan undangan desain kertas endel-endel ini itu, undangan gelas kawan saya ini lebih bermanfaat. Salut J.

Mungkin langkah kawan saya itu bisa dicontoh, namun Kalau secara pribadi, kalau boleh memilih undangan yang unik, saya ingin membuat undangan yang mirip dengan SIM, alias Surat Izin Mengemudi yang diubah menjadi Surat Izin Menikah. Hahhahahahahah..... bentuknya dibuat benar seperti SIM, dengan foto dan desain yang sama. Lucu Sekali bukan???



Nantinya, seperti undangan pada umumnya, akan dimuat tempat, tanggal dan waktu perhelatan. Selain itu, sebagai pengantin yang ingin bersyukur atas pernikahan yang akan saya jalani, saya akan memberikan keterangan No Buwuh, No Amplop, dan No Rokok selama acara, dan nama saya dan salon suami tanpa dituliskan gelar, meski kami berdua sama-sama lulusan perguruan tinggi. Serius nih. Itu undangan pernikahan impian saya.


Pastinya, tugas tukang cetak langganan saya yaitu Dream Design creative yang akan ikut andil di dalamnya. Dont Miss it!!!

Minggu, 04 Mei 2014

Wedding Invitation : Penulisan Gelar Akademis di Undangan Pernikahan, (Masih) Perlukah?

Umumnya, dalam undangan pernikahan, seluruh gelar akademis dituliskan dalam undangan pernikahan. Entah memang prosedurnya yang demikian, atau faktor orang tua yang ingin menunjukkan kepada semua undangan betapa mereka berhasil menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Salah satu pasangan yang menikah dengan gelear yang setara
Congratulations yaaa.....!!!!! *tapi penulisan gelarnya salah -_-"
Ya, kadang ada beberapa orang tua yang sangat bangga dengan menantu dan pernikahan putra-putrinya, menginginkan jerih payah mereka telah menyekolahkan anak-anaknya hingga ke pencapaian tertentu begitu diutamakan. Sebuah undangan pernikahan lengkap dengan gelar-gelar yang panjang seakan sebuah jalan pintas untuk pengakuan 'kedaulatan edukasi' yang mewakili strata pendidikan apa yang telah mereka capai.

Ada pula yang anaknya belum memiliki gelar pendidikan apapun, tapi sudah pernah berhaji pun ikut-ikutan dicantumkan. xixixix..... 

Alhamdulillah, saya adalah lulusan master di sebuah perguruan tinggi negri di kota kedua terbesar di Indonesia. Saya adalah seorang yang ingin menikah dengan seorang pria yang gelarnya sarjana, setingkat di bawah saya.

Secara pribadi, saya tidak ingin mencantumkan gelar apapun, baik pendidikan atau haji sekalipun (meski belum sih) dalam undangan pernikahan saya. Ada beberapa faktor, salah satunya karena jenjang pendidikan saya lebih tinggi dibanding calon suami. Xixixixix.... kan kasian juga ya kalau istrinya lebih mentereng gelarnya. Hahahahah....


Tapi bagi orang yang tetap mencantumkan berbagai gelar yang telah dicapainya, semua itu sah-sah saja. Itu adalah hak mereka dan tidak ada yang boleh menghalanginya. Namun bila saya berbicara berdasarkan opini saya dari lubuk hati yang paling dalam.....

Ya, dari lubuk hati yang paling dalam, entah saya bergelar magister, sarjana atau sarjana muda sekalipun, saya tidak ingin memajang gelar saya di undangan pernikahan saya nanti. Bisa jadi karena saya tidak ingin tersangkut Riya’ alias pamer.

Alhamdulillah orang tua saya yang sudah haji berkali-kali pun, tidak pernah mendidik saya untuk memamerkan gelar hajinya setiap ada keperluan tanda tangan ini itu. Setiap ada pihak yang menantunkan huruf 'H.'atau 'Hj.' di depan nama orang tua saya, orang tua saya pun selalu mencoretnya. Gelar itu tidak penting, tidak ada apa-apanya dengan jihad perjuangan saudara-saudara kita di Palestina....

Alhamdulillah juga, orang tua saya yang sudah susah-susah menyekolahkan saya ke jenjang master juga tidak memaksa saya untuk mencantumkan gelar tersebut. Ternyata kami, orang tua dan anak yang kompak. Tidak perlu pamer. Yang terpenting adalah esensi pernikahan itu sendiri, sah dan direstui oleh semua pihak, semoga Allah meridhoi.

Biarlah itu menjadi rahasia keluarga kami, mengenai saya lulusan apa-ini-itu biarlah nanti orang-orang yang tahu-tahu sendiri. Buat saya, itu tidak penting, yang penting adalah doa supaya pernikahan saya nanti selalu diberkahi oleh Allah.... J

Sabtu, 03 Mei 2014

The Wedding Veil : Simple and Elegant

Pengantin Cantik Berkerudung ala Irna La Perle

Seperti biasa, ini mimpi saya : Sebuah kerudung pengantin yang simpel dan elegan. Sederhana tapi tetap mewah. Meski saya paham mengenai batasan-batasan kerudung pengantin syar’i yang benar, namun setidaknya saya ingin mengenakan kerudung idaman saya, seperti yang saya impikan.... :’(

Ya, kerudung impian saya haruslah elegan dan simpel. Sederhana tapi semua orang suka dengan kesederhanaannya. Tidak terlalu tinggi, tidak heboh, tidak banyak tumpukan-tumpukan sana-sini, tidak nglewer dan bukan jilbab kantong, yang ringkas dan sederhana. Seperti mbak Zaskia Mecca saat menikah, dengan mengenakan gaun pengantin ala Irna La Perle yang anggun dan mempesona itu. Masyaallah........ cantiknyaaaaaaaa........................

Mbak Zaskia Mecca Saat Menikah

Hiasan Jilbabnya sederhana tapi berkilauan. Ninja dengan aksen glitternya itu sudah tampak mewah dengan sendirinya, meski kerudungnya sederhana. Sama sekali tidak bergaya ndeso!! Aaaaaaahhh... mupeeeeng.......

Inner Veil Glitter by Irna La Perle

Lalu, saya ingin nanti aksesoris pengantinnya juga bukan berupa mahkota yang tinggi menjulang seperti menara. Kalau pun mahkota, yaaah... yang sederhana mungil saja supaya mempelai prianya nggak kalah tinggi. Xixixixixi...........

Pengantin Cantik : Tanpa Mahkota Menjulang

Supaya terlihat wah dan ada blegernya, aksesorisnya juga bukan aksesoris sembarangan. Tapi aksesoris yang memang sederhana tapi memancarkan pesona pengantin muslimah. Ya, aksesorisnya tentu adalah by Irna La Perle juga. Hahahha........... masyaallah. Harganya sama seperti sebongkah cincin emas 70%. Rasanya rela ya nggak makan sebulan..

Aksesoris Mewah Irna La Perle


Aksesoris by Irna La Perle ini memang paling sip menurut saya. Bahkan sang perancang, ibu irna Mutiara lah yang menjadi trendsetter busana muslimah Indonesia saat ini. Jadi, bagi orang-orang yang paham merek, pastilah mengenali ini aksesoris siapa, irna la perle atau bukan, asli atau bukan. Tapi, bermimpi boleh, kan J


Mbak Cantik bergaun Irna La Perle ini tampak sangat bahagia dengan pernikahannya. Aura pengantinnya terpancar, gaunnya sangat anggun, headpiecenya simpel elegan.... terlihat makin cantik...

Minggu, 20 April 2014

Wedding Party : No Nutup Jalan, No Ngrepoti Orang!

“Saya pernah naik becak jarak jauh dan akhirnya menemukan jalan yang tertutup aksesnya karena acara pesta pernikahan. Saya pun akhirnya harus memutar bersama Pak becak saya, dan memutarnya itu jauuuuuh sekali, hingga akhirnya saya harus membayar berlipat-lipat ongkos kayuhan sepeda pak becak yang sudah kepayahan. Huh. Semua karena pernikahan yang menutup akses jalan!”


Mantenan Nutup Jalan Ngrepoti Orang

Saya punya cita-cita, nanti kalau menikah tidak ingin merepotkan orang, baik yang kenal apalagi yang nggak kenal. Tapi itu tidak mungkin. Namanya manten pastilah repotnya minta ampun. Nah, untuk meminimalisir kerepotan itu, mungkin saya bisa mencoba tidak merepotkan orang yang tidak kenal dengan tidak mengadakan pernikahan yang menutup akses jalan.

Yaa Allah... tentunya hal ini tidak mudah, mengingat keluarga saya hanya mengadakan acara pernikahan saya dengan sangat sangat SANGAT sederhana dan keluarga calon suami mungkin memiliki budget terbatas, sehingga pernikahan impian ala gedung apalagi pesta kebun hanyalah sebuah angan-angan.

Nah, secara pribadi, tanyalah pada diri Anda; apakah pernah Anda sedang berkendara atau bahkan bingung mencari jalan untuk menuju ke sebuah tempat kemudian menemukan jalan buntu akibat ada pernikahan sedang digelar, sehingga harus memutar dan makin bingung mencari jalan lain????????????????

Ya, semua orang pernah mengalami hal yang sama : Kebebeng dalan karena ada acara mantenan yang menutup jalan. Hal ini bisa jadi sangat mengesalkan karena acara seperti ini merugikan orang-orang yang tidak dikenal yang bukan berasal dari daerah setempat. Bisa jadi mereka jengkel, atau akhirnya terlambat ke sebuah acara lain karena menemui jalan buntu akibat tenda pernikahan yang menutupi akses jalan.

Okelah, memang tidak semua orang memiliki budget lebih untuk menyewa pernikahan di sebuah gedung, apalagi yang mewah. Namun, ketidaknyamanan yang ditimbulkan penutupan akses jalan ini bisa merugikan banyak orang, bahkan yang tidak kenal sekalipun. Ini menimbulkan kejengkelan dan kesemrawutan jalan, meski itu akses jalan kampung.

Saya kembali lagi, sangat tidak setuju dengan pernikahan yang menutup akses jalan, sehingga para pengendara harus memutar dan tidak bisa lewat. Mereka tidak diundang, tidak mendapat kompensasi atas ketidaknyamanan tidak ikut merayakan hingar bingar semarak pesta pernikahan, tidak ikut makan sajian pesta pernikahan tapi mendapatkan kejengkelan, kedongkolan dan kesemrawutan yang diakibatkan perhelatan walimah.
Olala... saya tidak mau menjadi pengantin yang merepotkan orang itu,. Begitu pula saya juga tidak ingin merepotkan tetangga karena rumahnya ‘termakan’ oleh perhelatan tetangganya.


Meski diperbolehkan secara hukum, tapi tetap merepotkan, karena tidak semua jalan memiliki jalan pengganti yang tidak perlu memutar jauh. Selain itu, penumpang becak yang terkena penutupan akses jalan tidak mendapatkan penggantian ongkos becak yang harus memutar. L Inilah yang banyak orang alami. Saya sangat setuju dengan pernyataan dari Effan Zulfiqar yang menulis tentang ajakanuntuk berhenti menutup akses jalan untuk hajatan.

Mungkin ada baiknya pernikahan diselenggarakan sederhana, hanya akad saja, sehingga tidak perlu lama menutup akses jalan. Atau bisa jadi, pernikahan, hanya dihelat akadnya, itupun di masjid dan tidak perlu hingar-bingar menutup akses jalan hingga tiga hari tiga malam seperti pada umumnya.

Lalu apa gunanya Balai Kelurahan??? Balai Desa????
Kenapa tidak adakan disana???? kan itu bisa digunakan untuk kepentingan warga, kan?

Atau misalnya terpaksa sekali menutup jalan, hendaknya orang-orang yang tertutup akses jalannya dipersilakan ikut makan dan diundang dalam hingar bingar pesta, supaya kejengkelan mereka tergantikan.

Ni Gambar males ngedit rotatenya saking jengkelnya karena manten nutup jalan

Semoga makin banyak orang-orang yang sadar, bahwa menutup akses jalan itu menjengkelkan banyak orang, utamanya yang akses jalannya tertutup karena hingar bingar pesta...

“Hidup ini jangan suka menghalangi jalan orang, nanti di akhirat jalanmu akan ditutup Allah”

Jumat, 18 April 2014

Pernikahan Tema Star Wars

Saya sangat menggilai film Star Wars, terutama kostum-kostum para tokoh di dalamnya. Ratu Amidala selalu mencuri perhatian dan gaunnya sangat cantik...

Star Wars Wedding

Gaun-gaun Ratu Amidala itu membuat saya sangat tergila-gila dan ingin sekali mengenakan salah satu gaunnya (dengan modifikasi jadi muslimah) untuk pernikahan saya. Sebagai penggemar starwars, saya pastinya bermimpi melangsungkan akad nikah di Villa Del Balbianello ala Star Wars betulan. Namun kalau itu dituruti, maka saya pasti nggak bisa makan tiga puluh tahun, dan saya tidak punya tabungan untuk anak-anak saya nanti :'(


Cita-cita saya memiliki pernikahan ala Star Wars. Dengan gaun pernikahan Padme Amidala, dan semua orang berpakaian tema Star Wars... Pager ayunya, pager bagusnya... orang tuan pengantin.... bahkan cateringnya. xixixixi.. gila ya????


Tapi dalam budaya Indonesia agak konyol rasany bila menyelenggarakan pernikahan adat Star Wars. Bapak saya yang super jain dan ibuk yang sederhana tidak akan mungkin mengenakan kostum perang bintang, kan??? Hehhehe.... Tapi setidaknya, kostum saya atau suami bisa dimiripkan sedikit dengan kostum Star Wars, kan????

Sudah Mirip Mbak Padme Amidala atau belum????