![]() |
a Simple Muslim Wedding Tiara |
Seorang pengantin, pastinya ingin
tampak secantik mungkin di hari pernikahannya. Kadang, tampilan cantik itu
diwujudkan dengan berbagai cara, misalnya dengan riasan yang indah, gaun
pengantin bak putri kerajaan yang dilengkapi dengan mahkota di kepalanya.
Mahkota pengantin, atau wedding
tiara, digunakan sebagai penghias kerudung pengantin apabila tampilan headpiece
pengantin kurang semarak. Kadang, mahkota pengantin ini memang request langsung
dari Si Pengantin yang benar-benar ingin tampak seperti putri di hari
pernikahannya.
Sebagai pengantin muslim, a wedding
tiara mungkin sudah diwakili oleh veil atau kerudung pengantin. Kerudung
pengantin adalah representasi sebuah mahkota bagi seorang muslimah. Namun
kadang-kadang, masih banyak pula pengantin (atau bahkan perias pengantinnya) yang
tetap menginginkan pemakaian mahkota saat acara pernikahan. Ini sah-sah saja,
karena pengantin manapun akan menjadi seorang ‘Ratu’ dalam pesta pernikahannya,
dan dalam rumah tangganya nantinya.
![]() |
Kate Middleton yang menikahi pangeran kerajaan dan nanti jadi Ratu Inggris aja gak pake mahkota yang tinggi menjulang |
Namun, mengenakan mahkota pengantin
sebaiknya tidak berlebihan, mengingat veil atau kerudung pengantin itu sendiri,
sudah merupakan mahkota yang menghiasi kepala sang pengantin. Penggunaan
wedding tiara pada pengantin muslim, ‘seakan mengenakan dua mahkota bersamaan’.
Nah, supaya pengantin muslim tidak terjebak dalam ‘too much look’, pemilihan
wedding tiara perlu diperhatikan;
![]() |
Everything Almost Perfect : The Gown, The Groomwear... Mahkotanya Hampir Menyangi Tinggi Pengantin Pria. |
A Wedding Tiara, hendaknya tidak
terlalu tinggi menjulang atau terlalu besar sehingga melebihi tinggi badan
pengantin pria. *tentu saja kita tidak membahas suntiang dan mahkota pengantin
adat lampung dan bagian Sumatra lainnya ya, kalo itu lain ceritanya*.
Hendaknya, pemilihan mahkota pengantin jatuh pada mahkota mini, yang simpel dan
elegan. Selain terlihat elegan, pengantin muslim tampak sederhana dan
bersahaja.
![]() |
Penggunaan Topi yang tinggi Untuk Menyamarkan Tall Gap |
Lain halnya bila kedua pengantin
memiliki tinggi badan yang timpang. Misalnya seperti Kim Kardashian dan Kris
Humphries, pengantin wanita memiliki badan mungil dan pengantin pria memiliki
badan yang tinggi menjulang, atau sebaliknya seperti Adul dan istrinya. Hal ini
akan menimbulkan ketimpangan dalam tampilan saat berada di pelaminan. Nah,
disinilah peran penting high heels dan wedding tiara. Penggunaan high heels dan
mahkota yang tinggi mungkin bisa sedikit menyamarkan ketimpangan tersebut.
![]() |
Kim K pastinya menggunakan Heels Supertinggi Menjulang |
Sayangnya, adul seorang laki-laki,
sehingga tidak bisa menggunakan high heels ala mbak Mulan Jameela. Dan Kim
lebih memiliki untaian sederhana untuk wedding tiara-nya, sehingga kedua pasang
pengantin ini tetap tampak timpang. Namun, kalau sudah jodoh,,, memang tinggi
badan bukan masalah. Iya kan??? :-D *meski kim dan kris akhirnya bercerai
seh... -_-
Apabila kedua pengantin tidak
memiliki ketimpangan tinggi badan yang mencolok, atau bahkan tinggi pengantin
wanita hampir menyamai tinggi pengantin pria, hendaknya pakem penggunaan
mahkota yang sederhana dan tidak terlalu menjulang harus dijalankan. Jika
tidak, maka pengantin pria akan semakin kasihan karena tampak semakin pendek.
Tentunya, pengantin wanita tidak ingin pasangan hidupnya tampak tenggelam,
kan???
![]() |
Kasihan pengantin prianya, kelihatan kalah tinggi :'( |
Jadi, penggunaan mahkota pengantin
yang sederhana mungkin perlu dijalankan. Lebih elegan, simpel dan bersahaja. Seperti
adat pengantin di Malaysia, yang biasanya menggunakan mahkota yang simpel dan
sederhana diatas kerudung pengantinnya. Meski rasanya kurang heboh untuk
tradisi Indonesia, tapi seorang pengantin yang cantik dan bersahaja pastinya
akan lebih disukai oleh para hadirin......................
0 komentar:
Posting Komentar