Di sebuah pernikahan, selain ditempel di
kendaraan pengantin, rangkaian bunga juga seakan jadi aksesoris wajib seorang
pengantin wanita. Sebenarnya, budaya Indonesia sudah mengenal bunga sebagai
penghias pengantin dengan kalung melati dan hiasan lainnya.
![]() |
Tradisi Lempar Bunga : Tidak Ada Dalam Islam |
Setelah sah ijab qabul, selain menggandeng
dan bergelayut di lengan mempelai pria, pengantin perempuan biasanya membawa
buket bunga yang indah. Namun, perkembangannya banyak pengantin Indonesia mengikutibudaya barat yang membawa buket bunga di tangannya, meskipun tidak ada
manfaatnya dan hanya mempercantik tampilan. Hal ini bukan hal yang buruk
sehingga bolehlah dilakukan dalam islam.
![]() |
Buket Bunga Pengantin |
Budaya barat yang tidak ada gunanya, tidak berdasar, dan mengandung kepercayaan-kepercayaan tertentu sebaiknya ditinggalkan. Tradisi lempar bunga dalam pernikahan adalah salah satunya.
![]() |
Buket Bunga Pengantin |
Tradisi lempar bunga yang dilakukan oleh
pengantin putri dipercaya akan menularkan kemudahan jodoh bagi siapa yang bisa
menangkap dan mendapatkan bunganya. Tradisi ini sama sekali tidak berdasar, dan
tentunya islam samasekali tidak menyinggung akan hal ini.
Tradisi lempar bunga ini sangat terpengaruh
akan budaya barat, dan kegiatan ini tidak bermanfaat. Akan menjurus ke syirik
apabila mempercayai siapapun yang mendapat lemparan bunga tersebut akan menjadi
the next bride. Dan syirik jelas dilarang oleh Islam.
Apabila seseorang yang lajang, menginginkan
untuk segera didekatkan jodohnya, maka berdoalah. Percayalah bahwa doa yang
tulus meminta kepada Allah akan selalu dikabulkan. Nah, pertanyaannya, sudah
berdoa atau belum??? Akan semakin salah kaprah bila lebih mempercayai tradisi
lempar bunga dibanding janji Allah tentang mengabulkan doa setiap hambanya.
"Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah
kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk naar Jahannam dalam keadaan
hina dina." (QS. Al-Mukmin : 60)
Jadi, kepada bride2be dan siapapun yang masih
lajang, janganlah percaya tradisi demikian. Jangan juga ikut-ikutan meski hanya
untuk senang-senang. Bolehlah bawa buket bunga untuk mempercantik tampilan, tapi tidak perlu dilempar baik diikuti kepercayaan tertentu, maupun hanya untuk senang-senang. Tradisi lempar bunga adalah tradisi barat, dan islam melarang untuk mengikuti budaya kafir dengan segala
kepercayaannya yang tidak berdasar. Semoga kita bukan bagian dari golongan tersebut.
![]() |
"Berdoalah, niscaya akan Kukabulkan" Al-Mukmin : 60 |
”Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum
tersebut”(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Daripada mengikuti budaya kafir, sebaiknya
kita membuat kegiatan sendiri yang jelas-jelas bermanfaat, misalnya prosesi simbolis berupa buwuhan
pernikahan diserahkan untuk anak yatim dan anak berkebutuhan khusus, atau dihelat doa bersama mendoakan yang
lajang untuk segera menyusul bertemu jodohnya. Lebih baik demikian daripada
mainan lempar bunga yang tidak jelas.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ [HR. Bukhari no. 7319, dari Abu Hurairah]
Semoga Bermanfaat. AMIN.
![]() |
Silakan Bawa Buket Bunga, Tapi tidak perlu dilempar |
4 komentar:
Aalau tidak suka, tidak perlu ditiru dan tidak usah mengkafir-kafirkan.
Bagi kami anda juga kafir, tapi kami tidak menyebut demikian karena kami tidak menggunakan akan agama sebagai alat penebar kebencian. Justru itulah yang disebut haram. Sekian.
terima kasih atas informasinya , sangat bermanfaat dan memberi banyak referensi baru untuk saya
Emang kafir yg Paling pas, artinya menutup, daripada non muslim, non tidak muslim selamat, artinya jelas sekarang
jadi tradisi pernikahan sesuai islan itu gimana ya min.
doa Qurannya keren.
Posting Komentar