Pages

Senin, 19 Mei 2014

Wedding Bouquet Unik: Sayuran Brokoli


Hampir semua kawan saya menikah dengan menenteng buket bunga di tangannya. Dengan aneka jenis bunga, dan berbagai bentuk rangkaian, baik berupa bunga segar maupun bunga plastik.

Mungkin saya juga akan membawa buket bungat untuk pernikahan saya nanti. Kalau boleh memilih untuk unik dan nyleneh, saya akan memilih buket bunga berupa brokoli. Hehehhe.... Huehhehehe

Buket Bunga Pengantin Berupa Brokoli
Ya, saya memang sangat suka brokoli. Saya juga suka warna hijau. Wah tepat sekali ya. Lagipula brokoli juga berbentuk lucu seperti rangkaian bunga. Bisa dimakan pula! Hahahha.....

Buket Bunga Sayuran

Pasti bagus sekali, kan???? Seandainya tidak dimarahi ibu karena kenylenehan saya, mungkin saya akan mewujudkannya. Tapi kaaaaalauu dimarahi... mungkin saya harus urungkan niat gila ini, dengan memilih buket bunga Ala Kate Middleton atau buket simpel  Irna La Perle seperti bunga lily dan gladiol..... tapi kalau boleh terwujud dengan buket bunga brokoli, pasti seru sekali ya????

Kamis, 15 Mei 2014

Baju Pengantin Pria Muslim : Setelan Senada dengan Istrinya

Jas Pengantin Pria Elegan : No Payet, So Simple
Yaa Ampun Mupeng banget... :'(
Gaun pengantin muslimah memang segalanya dalam pernikahan, namun pakaian pengantin pria tidak boleh diabaikan. Adat juga harus diperhatikan, misalnya pengantin wanita menggunakan adat Jawa maka pengantin pria juga hendaknya menyesuaikan. Begitu pula dengan baju muslim atau gaya eropa. Akan sangat konyol bila pengantin wanita berpakaian Eropa sedangkan pengantin pria mengenakan baju adat jawa. Hendaknya keduanya selaras, karena menunjukkan bahwa mereka berpasangan.

Hanya saja, yang menjadi konyol adalah bila pengantin wanitanya mengenakan pakaian adat eropa yang seperti putri kerajaan sedangkan pengantin prianya beradat jawa. hehehehhe... Anda tidak ingin menjadi pasangan yang seperti itu, bukan??? hyahahhahaha... Semoga saja tidak. Sebaiknya bila Pengantin wanitanya mengenakan princess gown, maka pengantin prianya menggunakan jas yang warnanya senada. Misalnya putih....

Pengantin Pria dengan Setelan Jas Putih, Senada dengan Istrinya
Bila pengantin pria memilih untuk mengenakan suite atau jas, tidaklah ada masalah dengan pengantin wanitanya, entah mengenakan kebaya, atau menggunakan gaun. Beberapa kawan menyatakan cenderung lebih menyukai pria yang mengenakan jas yang warnanya sama dengan pakaian wanitanya.


Pengantin pria muslim bisa mengenakan baju muslim dalam pernikahannya. Desain baju pengantin muslim pria tidak terlalu beragam, umumnya baju standar lengan panjang yang serasi dengan celananya. Idealnya, kesekian kali Bride Theory menyatankan ; pengantin pria hendaknya menggunakan warna yang senada atau serasi dengan pengantin wanitanya. Umumnya, kedua pengantin menggunakan nuansa putih dalam akad, dan nuansa berwarna-warni dalam resepsi. Namun apabila dibalik atau tidak mengikuti umumnya, tidaklah mengapa.

Pasangan Pengantin Saat Resepsi : Pakaiannya Senada

Yang pasti, pakaian pengantin pria yang gemerlap penuh payet mengingatkan saya pada seseorang : Ustad Aad Ainurussalam.

Bride Gown by Irna La Perle
Groomwear ala Ustad Aad Ainurussalam

Saya sering sekali menonton Ustad Aad Ainurussalam di JTV. Yaa... saya juga mengakui suka mendengarkan ceramahnya yang ugal-ugalan itu. Kebetulan Ustad Aad yang merasa sangat tampan ini adalah tetangga sahabat saya, jadi saya pernah besua secara langsung. Gaya Ustad yang suka ngaco dan agak kemayu ini sering membuat para ibu terbahak-bahak saat beliau berceramah. Mungkin untuk diferensiasi, ustad ini berdandan seperti pengantin di setiap kemunculannya.

Ustad Aad Aiunurussalam

Dalam setiap penampilannya, Ustad Aad selalu menggunakan baju pengantin pria yang kadang bagian bawahannya seperti rok maxi. Baju pengantin pria ini seringnya warna-warni dan berpayet di sana-sini, gemerlapan seakan tidak ingin kalah berkilau dengan hebohnya pengantin wanita. Beliau duduk di sebuah kursi seperti pelaminan, dan kadang bernyanyi dangdut dan india diiringi backing vocal yang berkostum seperti pengantin. Tak jarang, dalam penampilannya, ustad Aad berjoget-joget dangdut meliuk-liuk. Astagaaaaaa............... akhirnya para penonton yang mayoritas ibu-ibu tak kuasa menahan airmata karena kegelian dan tertawa terpingkal-pingkal.


Nah, akhirnya, bila saya ke sebuah pernikahan, dan mendapati pengantin prianya mengenakan baju penuh payet yang berkilauan dan berwarna-warni, maka saya ingat ustad Aad seketika. Allahuakbar....


Idealnya, untuk saya, pengantin pria saya nantinya jangan mengenakan pakaian seperti ustad Aad. Allahuakbarrrrrrrrrrr..................... hehehhe... mosok pake celana kulot yang kayak rok maxi???!!! Karena saya hanya mengadakan satu acara yaitu akad di masjid mungkin jas rasanya kurang sopan karena mirip dengan umat agama lain. Maka pilihan satu-satunya adalah baju pengantin pria muslim hanya warna putih. Dan hendaknya desain jangan seperti ustad Aad.... Bisa dengan baju pengantin pria muslim non-desain ustad Aad yang dilengkapi rompi atau baju basofi Jawa Timuran yang putih polos tanpa payet.

Pernikahan Impian : Gaun yang Indah dan
Diselenggarakan di Bulan Ramadhan

Atau kalau terpaksa tidak menemukan baju yang dimaksud, hendaknya baju ustad Aadnya warna harus senada dengan saya, yaitu putih. Atau kalau ada toleransi jangan terlalu banyak payet. Kalau masih belum nemu juga..... ya tak apalah baju penuh payet tapi payetnya yang bagus dan tidak murahan dengan desain yang keren dilengkapi rompi....

Pakaian Pengantin Pria Elegan : Nyari dimana yang kayak gini dan warna putih???
*Jangan jawab BIKIN SENDIRI ya -_-"* 

Kalau baju pengantin pria saya nantinya seperti ustad Aad.... rasanya langsung terbayang jogetannya berserta ibu-ibu yang menutup mulutnya sambil menahan tawa  ... :’(  


Ibu-ibu Penonton Ceramah Ustad Aad Ainurussalam

Rabu, 14 Mei 2014

Wedding Bouquet : Mungil Simpel

Buket Bunga Kate Middleton
Salah satu obsesi pengantin saya nanti adalah membawa buket bunga pengantin berupa brokoli. Hehhehehe.... Namun kalau dimarahi ibu atas kenylenehan saya, mungkin saya perlu mempertimbangkan jenis bunga yang akan saya bawa kemana-mana itu.

Kalau boleh memilih, saya akan memilih buketbunga yang kecil saja, yang memanjang dan tidak membundar seperti bentuk brokoli. (*aduh brokoli lagi!!!!). Oke kembali ke leptop. Saya akan memilih desain rangkaian bunga ala Kate Middleton, yang tidak melulu bunga mawar seperti pada umumnya, dan memanjang seperti bunga gantung yang menjalar. Ah... bagus sekali...

Buket Bunga Pengantin Tradisi Barat : Bunga Lily
Sebenarnya, budaya Indonesia sudah mengenal bunga sebagai penghias pengantin dengan kalung melati dan hiasan lainnya. Namun, perkembangannya banyak pengantin Indonesia mengikuti budaya barat yang membawa buket bunga di tangannya, meskipun tidak ada manfaatnya dan hanya mempercantik tampilan. Hal ini bukan hal yang buruk sehingga bolehlah dilakukan.

Tapi berhubung tradisi keluarga saya yang tidak mau repot urusan pernikahan, mungkin mimpi punya buket bunga Ala Kate Middleton harus dicoret. Sepertinya supaya ringkas dan super simpel, bunga yang nanti dipegang pake gladiol atau bunga lily tiga tangkai aja. Bukan berupa buket. Sederhana tapi tetap cantik. Seperti pengantin anggun ala Irna La Perle ini....

Senin, 12 Mei 2014

Undangan Pernikahan Impian (Saya)

Sebagai seorang wanita yang punya mimpi pernikahan idaman, saya juga punya banyak cita-cita bagaimana pesta pernikahan saya nanti. Salah satunya mengenai undangan pernikahan.
Kini, banyak undangan pernikahan yang unik, yang berbentuk aneh-aneh dan lucu-lucu, entah dibuat dengan kertas yang unik, desain yang tidak biasa, atau aneka bentuk seperti undangan pernikahan pada umumnya. Sayangnya, meski seindah apapun undangan pernikahan, biasanya berakhir di tempat sampah para hadirin di rumah masing-masing. Sayang sekali bukan????

Undangan Pernikahan Bernuansa Facebook
Meski Facebook Punya Aplikasi Sendiri untuk Undangan, tapi Unik juga kan :)

Kalau boleh memilih, demi mengurangi pemanasan global, saya lebih suka undangan lewat media sosial. Entah path, facebook, messenger, atau lain sebagainya. Sebagai anak yang tumbuh di dunia modern, pasti lebih paham pentingnya menghemat dana maupun kelestarian lingkungan, serta memanfaatkan teknologi sebisa mungkin. Iya, kan??? Hehehhehe

Sayangnya masih banyak orang zaman sekarang yang hari gini masih minta undangan fisik seperti orang-orang era jaman baheula’. Mungkin orang-orang jenis ini haus penghormatan, sehingga mereka butuh undangan fisik. Toh belum tentu bisa datang ya. Hahahaha... nggak imbang banget.

Undangan Pernikahan Unik berupa Gelas
Namun, kalau memang harus dipaksaaaaa untuk membuat undangan fisik, saya ingin membuat undangan fisik yang berupa benda-benda bermanfaat, atau sesuatu yang unik dengan budget minim. Hehehhe

Kawan saya, menggunakan gelas sebagai undangan pernikahannya. Wah-wah... dijamin deh, undangan pernikahannya tidak akan berakhir di tempat sampah karena bisa dimanfaatkan setelah pergelaran pesta selesai. Dengan harga yang sama dengan undangan desain kertas endel-endel ini itu, undangan gelas kawan saya ini lebih bermanfaat. Salut J.

Mungkin langkah kawan saya itu bisa dicontoh, namun Kalau secara pribadi, kalau boleh memilih undangan yang unik, saya ingin membuat undangan yang mirip dengan SIM, alias Surat Izin Mengemudi yang diubah menjadi Surat Izin Menikah. Hahhahahahahah..... bentuknya dibuat benar seperti SIM, dengan foto dan desain yang sama. Lucu Sekali bukan???



Nantinya, seperti undangan pada umumnya, akan dimuat tempat, tanggal dan waktu perhelatan. Selain itu, sebagai pengantin yang ingin bersyukur atas pernikahan yang akan saya jalani, saya akan memberikan keterangan No Buwuh, No Amplop, dan No Rokok selama acara, dan nama saya dan salon suami tanpa dituliskan gelar, meski kami berdua sama-sama lulusan perguruan tinggi. Serius nih. Itu undangan pernikahan impian saya.


Pastinya, tugas tukang cetak langganan saya yaitu Dream Design creative yang akan ikut andil di dalamnya. Dont Miss it!!!

Minggu, 04 Mei 2014

Wedding Invitation : Penulisan Gelar Akademis di Undangan Pernikahan, (Masih) Perlukah?

Umumnya, dalam undangan pernikahan, seluruh gelar akademis dituliskan dalam undangan pernikahan. Entah memang prosedurnya yang demikian, atau faktor orang tua yang ingin menunjukkan kepada semua undangan betapa mereka berhasil menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Salah satu pasangan yang menikah dengan gelear yang setara
Congratulations yaaa.....!!!!! *tapi penulisan gelarnya salah -_-"
Ya, kadang ada beberapa orang tua yang sangat bangga dengan menantu dan pernikahan putra-putrinya, menginginkan jerih payah mereka telah menyekolahkan anak-anaknya hingga ke pencapaian tertentu begitu diutamakan. Sebuah undangan pernikahan lengkap dengan gelar-gelar yang panjang seakan sebuah jalan pintas untuk pengakuan 'kedaulatan edukasi' yang mewakili strata pendidikan apa yang telah mereka capai.

Ada pula yang anaknya belum memiliki gelar pendidikan apapun, tapi sudah pernah berhaji pun ikut-ikutan dicantumkan. xixixix..... 

Alhamdulillah, saya adalah lulusan master di sebuah perguruan tinggi negri di kota kedua terbesar di Indonesia. Saya adalah seorang yang ingin menikah dengan seorang pria yang gelarnya sarjana, setingkat di bawah saya.

Secara pribadi, saya tidak ingin mencantumkan gelar apapun, baik pendidikan atau haji sekalipun (meski belum sih) dalam undangan pernikahan saya. Ada beberapa faktor, salah satunya karena jenjang pendidikan saya lebih tinggi dibanding calon suami. Xixixixix.... kan kasian juga ya kalau istrinya lebih mentereng gelarnya. Hahahahah....


Tapi bagi orang yang tetap mencantumkan berbagai gelar yang telah dicapainya, semua itu sah-sah saja. Itu adalah hak mereka dan tidak ada yang boleh menghalanginya. Namun bila saya berbicara berdasarkan opini saya dari lubuk hati yang paling dalam.....

Ya, dari lubuk hati yang paling dalam, entah saya bergelar magister, sarjana atau sarjana muda sekalipun, saya tidak ingin memajang gelar saya di undangan pernikahan saya nanti. Bisa jadi karena saya tidak ingin tersangkut Riya’ alias pamer.

Alhamdulillah orang tua saya yang sudah haji berkali-kali pun, tidak pernah mendidik saya untuk memamerkan gelar hajinya setiap ada keperluan tanda tangan ini itu. Setiap ada pihak yang menantunkan huruf 'H.'atau 'Hj.' di depan nama orang tua saya, orang tua saya pun selalu mencoretnya. Gelar itu tidak penting, tidak ada apa-apanya dengan jihad perjuangan saudara-saudara kita di Palestina....

Alhamdulillah juga, orang tua saya yang sudah susah-susah menyekolahkan saya ke jenjang master juga tidak memaksa saya untuk mencantumkan gelar tersebut. Ternyata kami, orang tua dan anak yang kompak. Tidak perlu pamer. Yang terpenting adalah esensi pernikahan itu sendiri, sah dan direstui oleh semua pihak, semoga Allah meridhoi.

Biarlah itu menjadi rahasia keluarga kami, mengenai saya lulusan apa-ini-itu biarlah nanti orang-orang yang tahu-tahu sendiri. Buat saya, itu tidak penting, yang penting adalah doa supaya pernikahan saya nanti selalu diberkahi oleh Allah.... J

Sabtu, 03 Mei 2014

The Wedding Veil : Simple and Elegant

Pengantin Cantik Berkerudung ala Irna La Perle

Seperti biasa, ini mimpi saya : Sebuah kerudung pengantin yang simpel dan elegan. Sederhana tapi tetap mewah. Meski saya paham mengenai batasan-batasan kerudung pengantin syar’i yang benar, namun setidaknya saya ingin mengenakan kerudung idaman saya, seperti yang saya impikan.... :’(

Ya, kerudung impian saya haruslah elegan dan simpel. Sederhana tapi semua orang suka dengan kesederhanaannya. Tidak terlalu tinggi, tidak heboh, tidak banyak tumpukan-tumpukan sana-sini, tidak nglewer dan bukan jilbab kantong, yang ringkas dan sederhana. Seperti mbak Zaskia Mecca saat menikah, dengan mengenakan gaun pengantin ala Irna La Perle yang anggun dan mempesona itu. Masyaallah........ cantiknyaaaaaaaa........................

Mbak Zaskia Mecca Saat Menikah

Hiasan Jilbabnya sederhana tapi berkilauan. Ninja dengan aksen glitternya itu sudah tampak mewah dengan sendirinya, meski kerudungnya sederhana. Sama sekali tidak bergaya ndeso!! Aaaaaaahhh... mupeeeeng.......

Inner Veil Glitter by Irna La Perle

Lalu, saya ingin nanti aksesoris pengantinnya juga bukan berupa mahkota yang tinggi menjulang seperti menara. Kalau pun mahkota, yaaah... yang sederhana mungil saja supaya mempelai prianya nggak kalah tinggi. Xixixixixi...........

Pengantin Cantik : Tanpa Mahkota Menjulang

Supaya terlihat wah dan ada blegernya, aksesorisnya juga bukan aksesoris sembarangan. Tapi aksesoris yang memang sederhana tapi memancarkan pesona pengantin muslimah. Ya, aksesorisnya tentu adalah by Irna La Perle juga. Hahahha........... masyaallah. Harganya sama seperti sebongkah cincin emas 70%. Rasanya rela ya nggak makan sebulan..

Aksesoris Mewah Irna La Perle


Aksesoris by Irna La Perle ini memang paling sip menurut saya. Bahkan sang perancang, ibu irna Mutiara lah yang menjadi trendsetter busana muslimah Indonesia saat ini. Jadi, bagi orang-orang yang paham merek, pastilah mengenali ini aksesoris siapa, irna la perle atau bukan, asli atau bukan. Tapi, bermimpi boleh, kan J


Mbak Cantik bergaun Irna La Perle ini tampak sangat bahagia dengan pernikahannya. Aura pengantinnya terpancar, gaunnya sangat anggun, headpiecenya simpel elegan.... terlihat makin cantik...

Kamis, 01 Mei 2014

Solusi Adat Bersalaman dan Pengganti Mahendi : Penggunaan Sarung Tangan Dalam Pernikahan

Tidak semua tamu undangan pernikahan adalah muhrim dan mahram, sehingga saat bersalaman dengan para tamu, seorang pengantin terpaksa harus berjabat tangan dengan lawan jenis, meski hanya sekedar mengucapkan dan menerima selamat.


Salam, bisa menjadi bentuk penghormatan dan keramahan serta ucapan selamat untuk orang lain. Di Indonesia, ucapan salamnya masih seperti pada umumnya dengan berjabat tangan atau bahkan berpelukan untuk sebagian orang.

Ojigi : Bikin Ngiri Karena Tanpa Bersentuhan
Sesungguhnya, berjabat tangan antar lawan jenis itu boleh selama tidak disertai dengan syahwat. Namun untuk prinsip kehati-hatian dan komitmen kita terhadap larangan bersentuhan bukan muhrim, bila ada opsi untuk tidak bersalaman mungkin bisa dipilih. Misalnya bersalaman tanpa saling menyentuh kulit, bisa pula dengan mengatupkan kedua tangan seperti salam orang India dan Thailand atau menunduk seperti orang Jepang yang disebut dengan Ojigi. *Jadi ingiri ya sama orang India dan Jepang, gak usah bersentuhan waktu salaman*

Untung deh Indonesia gak punya tradisi salam adu hidung seperti di Selandia Baru ya
Selain gak cocok sama budaya Indonesia, hidung orang Indonesia juga pesek,,,
apanya yang diadu??? hehehhehe
Berjabat tangan antar lawan jenis bisa menjadi bentuk aktivitas yang mungkin kurang sesuai dalam pandangan Islam. Solusinya, seperti contoh Pak Ahmadinejad pada gambar dan Pria teladan di pengadilan yang menghormat di dada. Bisa juga dengan mengatupkan kedua tangan saja, atau bersalaman tapi tanpa bersentuhan.

Menunduk Tanpa Bersalaman

 Menghormat di dada dan bersalaman tanpa bersentuhan


Salam Dengan Mengatupkan Tangan

Namun tetap saja, kadang ada orang yang kurang mengerti batasan-batasan Islam seperti ini. Supaya tamu yang tidak mengerti itu tidak tersinggung, pengantin kemudian terpaksa tetap bersalaman seperti adat bersalaman di Indonesia pada umumnya.


Nah, apabila bride2be terjebak dalam keadaan seperti ini, maka sarung tangan bisa jadi solusi. Pengantin tetap bisa berjabat tangan tanpa menyentuh langsung kulit tangan para tamu, dan tetap menghormati mereka. Hehehhe.... 


Selain menjadi solusi, sarung tangan juga bisa menjadi penutup dari ‘perhiasan yang ada pada wanita’. Ada pula fungsi lain, bila kulit kita eksotis layaknya wanita tropis pada umumnya, maka sarung tangan juga jadi solusi menutupi perbedaan warna wajah dan tangan yang menjadi jauh berbeda karena riasan pengantin. Hehehhehe.......


Sarung tangan bisa didapat dimanapun. Misalnya di toko peralatan upacara dan seragam, atau di bridal. Saya sudah siapkan sarung tangan sederhana yang saya beli di bridal, nantinya akan saya hias dengan bunga rajut yang saya beli secara terpisah. Hehehhehe.....

Pengantin yang Menggunakan Sarung Tangan
Solusi ini bagi saya juga bisa menggantikan fungsi mahendi pernikahan yang saya juga kurang suka mengenakannya. Kalau mahendi, bayar mahal-mahal kemudian memudar dalam beberapa hari. Sedangkan sarung tangan, bisa jadi kenang-kenangan pernikahan selamanya. Jadi, para Bride2be, pilihlah sarung tangan yang imut dan lucu untuk pernikahanmu ya...

Karena Salam Kita itu Untuk Suami..........................